Kopi Yang Tumpah (id)

kopi tumpah

This is not my writing. But this article in Bahasa Indonesia is interesting for self-reflection, and I want to feature this on this blog. If I have time, I will translate this into English in the future. Taken from Facebook picture caption, which in turn taken from startupbisnis.com.


Di dunia ini kita dipisahkan oleh sebuah garis. Ada orang yang di atas garis dan ada orang yang di bawah garis.

Orang-orang yang di bawah garis akan melakukan blame, excuse atau denial.

Misalnya orang datang telat ke kantor, ia ditanyakan oleh bosnya “kenapa kamu telat?” Ia akan mulai blaming “anak saya rewel” … “istri saya telat bangunin” atau excuse “kena macet di tol Cawang” – padahal tol Cawang memang tiap hari macet, excuse ini cari-cari alasan yang tidak penting, yang lebih parah “denial” … “ah enggak ah, tidak telat kok!” dia mengelak mengakui kalau dia telat.

Sedangkan orang-orang yang ada di atas memiliki ownership, artinya semua yang terjadi di sekitar kita, kita terlibat untuk membuatnya menjadi lebih baik, sedangkan akuntability artinya kita bisa diandalkan untuk melakukan sesuatu, responsibility artinya kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu.

Continue reading

Reblogged: Screwed Up Parenting

Image

I’m not usually into reblogging, but let me just give you a flash note about how screwed up parenting world today. Two weeks ago, there’s this post, which record a real event happened on a grocery store, and it broke my heart.

Because I can’t do anything as the father and the kid was obviously living in halfway part of the world, I won’t write excessive long comments about this horrible story, as it won’t solve anything. I just wanted to share with you, and pray that you all have great parents and will become a great parent someday. A kid needs chances to make their own decision, and to shut that is just shutting the door for the kid to grow up as a healthy kid. To use violence, even in form of words, is just showing how small your guts are, because the real strength is to use the strong arm to hug, not to hog.